Berburu Kuliner di Kota Cirebon

Bingung menghabiskan waktu long weekend tanggal kejepit, duit pas-pasan tapi pengen liburan enak. Nyebelin gak sih itu? Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Cirebon. Kalau ditanya mau ngapain di Cirebon? Jawabannya cuma satu ‘MAKAN’. Hahahah

Lupakan diet, lupakan angka ditimbangan, siap-siap pulang pakai celana karet karena saatnya berburu kuliner selama 3 hari di Cirebon *elus-elus perut*.  Nah ini  list tempat-tempat makanan yang sudah berhasil ‘memuaskan’ saya selama 3 hari di Cirebon.  Memuaskan perut maksudnya yah.

  1. Empal Gentong Krucuk (Bu Darma)

Jujur lho, saya pertama kali cobain empal gentong itu dari gubuk-gubukan yang ada di kondangan. Jadi belum pernah cobain rasa empal gentong yang asli banget dari Cirebon kayak apa. Untuk kedai empal gentong sendiri di Cirebon banyak banget yang jual, setiap pinggir jalan juga ada jadi gak susah buat mencarinya. Nah ini yang saya coba ini namanya Empal Gentong Krucuk, bukan karena perutnya krucukan yah tapi lebih ke nama daerah asal tempat mereka memulai usahanya dan yang paling terkenal itu empal gentong buatan Bu Darma.

Empal Gentong Krucuk khas Cirebon

Empal Gentong Krucuk khas Cirebon

Pada umumnya empal gentong itu terdiri dari kuah santan kuning yang dipanaskan di dalam gentong tanah liat dan untuk penyajiannya di mangkok disiapkan daging ataupun jeroan (kikil, babat, paru, dll). Selanjutnya kuah panas kuning ditungkan plus ditambah irisan daun bawang di atasnya.  Penyajiannya pun di sini pakai lontong, kalau kurang nendang bisa kok diganti pake nasi. Nah temen pelengkapnya ini yang mantap, semangkok kerupuk kulit yang gurih. Terasa berbeda memang ketika memakan yang versi asli dengan yang biasa dimakan di Jakarta. Kuah kuningnya ini berbeda dengan kuah gulai, jika kuah gulai terasa sekali rasa yang dominan dan kencang tapi kuah di empal gentong ini tidak terlalu kuat sehingga tidak membuat ‘eneg’ ketika memakannya. Pas lah buat saya yang gak terlalu suka makanan bersantan. Harga seporsi Rp 20.000 lokasinya di Jl. Slamet Riyadi No 1, Krucuk, Cirebon. Rated  5 of 5, wajib dicoba!

  1. Mie Koclok

Eits jangan ketuker sama mie kocok khas Bandung yah, ini beda soalnya dinamain koclok karena mie nya seperti di “koclok-koclok” di saringan mie di dalam panci kuahnya. Bisa dibilang juga mie ini itu sebagai ‘spaghetti carbonara’ ala Cirebon. Kenapa begitu? Mie nya direbus dan memiliki kuah putih yang kental seperti saus krim carbonara terlintas. Kuahnya ini terbuat dari paduan tepung maizena, kaldu ayam, santan kental serta bumbu-bumbu pelengkap lainnya.

Mie Koclok yang siap menghangatkan di malam hari

Mie Koclok yang siap menghangatkan di malam hari

Untuk isian dari mie-nya diberi irisan kol, tauge, suwiran ayam, bawang goreng dan potongan telur ayam rebus. Rasanya gimana? Satu kata Enaaaaak! Rasa asin, gurih dan hangatnya kuah yang kental begitu menyatu dengan mie yang kenyal. Cocok disantap di malam hari sebagai penghangat tubuh. Tempat penjual mie koclok di Cirebon sangat banyak, tapi yang saya coba dan menurut saya enak ada di Mie Koclok Mas Edi di daerah Pekalipan. Harga seporsinya Rp 12.000,- (Rated 4 of 5)

  1. Tahu Gejrot

Kalau cemilan ini sebenarnya sudah umum yah atau mudah dijumpai di Jakarta dan sekitarnya. Ya tapi tidak ada salahnya mencoba cemilan khas  Cirebon ini langsung di kota kelahirannya. Buat saya rasanya tidak jauh berbeda dengan tahu gejrot pada umumnya yang sering kita temui. Pas lah ini buat cemilan mengganjal perut.

Tahu Gejrot Khas Cirebon

  1. Sate Kalong

Sesuai namanya ‘Kalong’ karena bukanya memang hanya malam hari. Buat saya ini salah satu sate unik yang wajib dicoba bagi penggila sate. Sate nya berbeda dari sate-sate pada umumnya, karena terbuat dari daging Kerbau. Mungkin bagi yang tidak terbiasa makan daging kerbau, pertama kali mencoba sate ini rasanya agak aneh atau gimana gitu termasuk saya. Sate nya tidak berbentuk daging utuh yang ditusuk-tusuk satu persatu ke lidinya tetapi dalam bentuk lembaran pipih seperti dendeng. Dagingnya sendiri sudah dibumbui sebelum dibakar sehingga bumbu sudah meresap. Rasanya cenderung manis seperti daging dendeng sekilas. Dalam penyajiannya dilengkapi dengan bumbu kacang dan sambal. Rasanya unik tapi jujur saya kurang suka dengan rasanya karena baru pertama kali saya menjajal daging kerbau. Penjual sate kalong ini banyak berjejer di jalan Winaon arah Pasar Kanoman, seporsi harganya Rp 10.000,- (Rated 3 of 5)

Kuliner Cirebon

Sate Kalong

Sate Kalong

  1. Sop Dengkil

Pesan saya buat kalian yang makan sop ini ‘Hati-hati kolesterol anda’, ini sop isinya kuah bening kaldu berisi dari potongan kaki sapi, kaki kambing, sumsum sapi/kambing, dan keluarga jeroan lainnya. Bisa dipilih untuk isian di dalam mangkok anda. Di dalam sopnya ditambahkan bi-hun dan daun bawang sebagai pelengkap. Rasa kuah sop ini sangat gurih dan ringan sehingga tidak membuat eneg ketika dicampur dengan keluarga kaki dan keluarga jeroan didalamnya. Untuk potongan kaki ataupun sumsumnya sangat empuk sehingga bisa diseruput langsung. Jika tidak mau capek-capek menyeruput sumsum dari tulangnya, bisa bilang ke penjualnya untuk langsung menyajikan sumsum tanpa tulang. Kuliner ini bisa ditemukan di Jalan Otista dekat Masjid Raya Kuningan, seporsi harganya Rp 25.000 (Rated 4 of 5).

Sop Dengkil, sop isi aneka kaki-kakian dan keluarga jeroan lainnya

Sop Dengkil, sop isi aneka kaki-kakian dan keluarga jeroan lainnya

  1. Bubur Sop Ayam Mang Kapi

Jika bubur biasa hanya pakai kuah kuning sebagai kaldu atau tanpa kuah, kalau di Cirebon makan bubur di sirap pakai sop ayam. Kalau dibayangin emang gak nyambung sih perpaduan itu, tapi kalau sudah di dalam mulut lain cerita itu. Buburnya juga beda, biasanya bubur itu berbentuk lembek dan cair tapi khusus disini buburnya sudah agak mendekati nasi jadi sedikit lebih padat dibandingkan bubur pada biasanya. Ditambah potongan toge, kentang, tomat, daun bawang, bihun dan suwiran ayam diguyur dengan kuah sop kaldu ayam rasanya enak banget! Bubur sop ayam ini buka hanya dari sore sampai malam hari di kawasan jalan Tentara Pelajar (Rated 5 of 5)

Bubur ayam nya berbeda dengan bubur ayam biasa, buburnya padat

Bubur ayam nya berbeda dengan bubur ayam biasa, buburnya padaLengko H. Barno

Aneka isi pelengkap bubur

Kuliner Cirebon

7. Nasi Lengko H. Barno

Salah satu menu yang bisa dijadikan menu sarapan ataupun menu makan malam khas Cirebon, namanya Nasi Lengko. Salah satu yang paling terkenal adalah Nasi Lengko H. Barno yang terletak di Jl Pagongan. Nasi lengko terdiri dari nasi putih, potongan tahu dan tempe, toge, timun dan daun seledri disiram dengan kuah kacang dan kecap manis. Yang bedanya kecap manis di sini bukan kecap manis kental seperti umumnya tapi kecap manis encer. Untuk menu pendampingnya yang enak adalah sate kambing. Kalau dirasa terlalu berat dipagi hari memakan nasi kambing, bisa juga hanya memesan nasi lengkonya saja. Rated 4 of 5

1429870134742

  1. Docang

Sekilas makanan ini mirip sekali dengan lontong sayur dari penampilannya tapi dari rasanya jauh berbeda. Memang dari segi warna kuah warnanya mirip dengan lontong sayur karena sama-sama berwarna merah tapi isiannya serta rasanya yang membuatnya berbeda. Docang ini berisi lontong, daun singkong, tauge dan disiram kuah oncom, kerupuk serta parutan kelapa.  Rasanya jauh dari ekspetasi saya, sempat terpikir rasanya akan mirip-mirip dengan  lontong sayur. Kuah oncomnya ini yang membuat rasa berbeda, awal terasa asam namun gurih diakhir ditambah perpaduan daun singkong, tauge dan kerupuk yang makin pas. Menu yang sangat cocok dipagi hari karena tidak terlalu membuat eneg dan ringan diperut. Salah satu penjual docang di pagi hari bisa dijumpai di seberang persis gerbang masuk Stasiun Kejaksaan Cirebon, penjualnya hanya buka di pagi hari saja. Rated (5 of 5)

Penjual Doclang bisa ditemukan tepat di depan Stasiun

Penjual Docang bisa ditemukan tepat di depan Stasiun

Docang di pagi hari

Docang di pagi hari

  1. Gado-gado Ayam

Apa yang membuat gado-gado ayam khas Cirebon ini tidak boleh terlewatkan untuk dicoba? Kalau biasanya makan gado-gado isinya hanya lontong, berbagai macam sayuran, bumbu kacang dan kerupuk. Lain hal dengan yang di Cirebon, gado-gadonya berisi lontong, potongan ayam, toge, potongan mentimun, tahu kuning, kentang, irisan telor rebus, bumbu kacang dan disiram dengan kuah kuning kari. Inilah yang beda perpaduan campuran antara kuah kari yang gurih bercampur dengan bumbu kacang yang manis. Bisa dibayangkan rasanya? Rasanya manis dan gurih tapi pas. Makin nikmat makannya ditambah dengan bawah goreng, kerupuk udang dan emping. Cocok untuk menu sarapan ataupun makan siang. Harga seporsi Rp 15.000, gado-gado ayam bisa di temukan di Gado-Gado Ayam Mang Djum, Jalan Pulasaren No 53 dekat dengan Keraton Kacirebonan. Rated 5 of 5

Gado-gado ayam khas Cirebon

Gado-gado ayam khas Cirebon

  1. Bubur Ayam Toha

Saya mencoba bubur ayam ini karena tidak jauh dari hotel saya menginap. Yang membuat saya penasaran adalah antriannya sampe meluber-luber keluar karena saking terkenalnya. Bentuk tempat makannya seperti warkop biasa yang menjual bubur ayam, kacang ijo, indomie dan buka 24 jam. Dengan segala rasa penasaran yang ada, saya pun menjajal bubur ayam ini dipagi hari. Ngantri dulu nungguin orang-orang beres makan (Ya karena warkop tempat duduk terbatas), akhirnya bisa duduk dan memesan bubur ayam yang membuat orang rela antri. Buburnya itu mirip-mirip kayak bubur sukabumi gitu, tanpa kuah jadi sudah gurih buburnya.  Isi buburnya juga tidak aneh-aneh hanya bubur, bawang goreng, irisan ayam, kacang, disiram kecap dan ada yang seperti wortel yang diiris kecil-kecil tapi tidak tahu namanya apa. Rasanya yaah gurih, buat saya sih belum merasakan hal spesial di bubur ini. Tapi cukup enak kalau mencari makanan 24 jam. Lokasinya di Jl. M. Toha dekat sekali dengan stasiun kereta. Rated (3 of 5)

Warkop nya memang kecil tapi antriannya bisa sampai meluber keluar

Warkop nya memang kecil tapi antriannya bisa sampai meluber keluar

Bubur M.Toha yang bikin orang rela antri panjang

Bubur M.Toha yang bikin orang rela antri panjang

  1. Nasi Jamblang Mang Dul

Nah ini yang paling highlight alias paling khas dari Kota Cirebon, ke Cirebon ya pasti kudu banget makan nasi jamblangnya. Nama Jamblangnya ini diambil dari nama kota di Cirebon yang merupakan asal dari pedagang nasi tersebut. Yang menjadi ciri khas nasi ini adalah nasinya dibungkus pakai daun jati yang kononya jika nasi dibungkus pakai daun ini bisa lebih tahan lama dan pulen bila dibandingkan dengan pakai daun pisang. Porsi nasinya pun dibuat kecil seperti nasi kucing, jadi siap-siap nambah karena satu tidak perncah cukup. Penjual Nasi Jamblang ini tersebar banyak di Cirebon, dari yang tendaan di pinggir jalan sampai model resto ber-AC juga ada. Saya mencoba salah satu kedai nasi jamblang yang sudah terkenal lama yaitu Nasi Jamblang Mang Dul. Letaknya yang sangat strategis yaitu di depan persis Mall Grage, membuat nasi jamblang ini sangat ramai dikunjungi. Gak heran kalau harus ngantri dan dempet-dempetan buat makannya.

Mesti antri demi nasi jamblang

Mesti antri demi nasi jamblang

Sistem untuk makan di Nasi Jamblang ini adalah ambil nasi, ambil lauk lalu dihitung ke kasir. Lauknya pun dibuat prasmanan jadi bebas ambil dan harga ditentukan dari berapa lauk yang diambil. Paling spesial adalah hamparan lauk yang disajikan di dalam mangkok baskom besar di mejanya, membuat ingin pilih semua taro di piring. Hasil rekomendasi teman saya yang harus diambil itu sambal merahnya, bola-bola perkedel kentang, semur tahu, telur puyuh balado, paru goreng/ayam gorengnya. Masih banyak lagi lauknya sampai bikin galau buat milihnya. Rasa nasi ditambah lauk-lauknya mantap top rasanya, enak semua dan sambalnya pun bikin nambah nikmat. Sangat direkomendasikan untuk dicoba (Rated 5 of 5).

Nasi Jamblang yang paling hits di kota Cirebon

Nasi Jamblang yang paling hits di kota Cirebon

  1. Es Cuing

Panas-panas di kota Cirebon paling enak emang nyeruput minuman dingin atau es. Es Cuing ini salah satu es khas terkenal di kota Cirebon, sekilas mirip dengan es cincau. Tapi ini beda! Kalau cincau berasal dari Pohon Tunggal, daun cuing ini berasal dari tanaman merambat di hutan-hutan Kuningan dan Rajagaluh. Membuat cuing ini harus bersih dan murni tanpa adanya campuran apa pun. Semangkok es cuing ini dilengkapi pula dengan bubur gurih dari tepung beras yang dimasak dengan daun pandan sebagai pewarna, diberi es parut, kelapa muda, dan gula merah asli yang dimasak bersama daun pandang. Rasanya itu bikin adem leher saking segernya dan ternyata berkhasiat juga untuk menyembuhkan panas dalam dan bagus untuk saluran pencernaan. Menemukan penjual es cuing ini tergolong susah-susah gampang. Kalau di Kuningan, banyak penjualnya ibu-ibu gendolan tapi di Cirebon sudah banyak yang pakai gerobak atau sepeda. Biasanya banyak mangkal di depan pertokoan daerah strategis. Saya saja secara tidak sengaja menemukan abang es cuing lagi mangkal di pengkolan, tanpa pikir panjang langsung cobain sampai lupa buat foto (Rated 5 of 5).

 

Iklan

One response to “Berburu Kuliner di Kota Cirebon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s