Menantang Arus di Mangrove Nusa Lembongan

Hutan Mangrove selalu identik dengan suasana gelap, banyak nyamuk, penuh lumpur dan air yang tidak terlalu jernih. Tapi tidak dengan hutan mangrove di Nusa Lembongan-Bali yang memiliki pesona lain karena tepat tidak jauh di depan hutan mangrove ini terdapat spot diving yang indah namun sangat menantang. Untuk menuju lokasi ini sangatlah mudah hanya 5-10 menit ke arah utara menggunakan boat dari Pelabuhan Jungut Batu, Nusa Lembongan.

Sebelum turun entry di spot ini saya diberikan penjelasan umum terlebih dahulu oleh sang Dive Master. Ternyata untuk menyelam di sini kita harus memperhitungkan kondisi waktu pasang surut air karena hampir semua spot diving di Nusa Lembongan ini tipenya berarus kencang. Drift dive atau menyelam mengikuti arus sudah pasti akan dilakukan di spot ini. Keuntungan drift diving ini kita tidak perlu capek-capek berenang, hanya diam mengikuti arus tapi jangan mencoba melawan arusnya karena dijamin udara dalam tabung akan cepat borosnya.

Sambil bercanda sang Dive Master pun bilang “Kalau tidak pas waktunya, nanti kita di bawah seperti naik ojek divingnya”. Mendengar candaannya seperti itu membuat saya agak sedikit takut untuk turun di spot ini. Sambil sesekali melirik ke permukaan air apakah benar arusnya sekencang itu dan ternyata di permukaan air saja sudah terlihat aliran arusnya. Tapi rasa takut itu sedikit hilang karena saya sangat penasaran sekali seperti apa rasanya terbang melayang bagaikan superman di spot ini.

Sebenarnya untuk turun di spot ini tidak disarankan membawa kamera underwater karena faktor keselamatan dan berarus kencang pasti akan susah untuk fokus membidik gambar. Tapi saya tetap nekad untuk membawa kamera di sini. Begitu entry dari kapal tanpa lama menunggu di atas permukaan langsung masuk ke dalam air. Hal pertama yang saya rasakan adalah “Wow gak bercanda ini arusnya”.

Visibilitas sangat jernih di spot ini

Visibilitas sangat jernih di spot ini

Menyelam di spot ini tidak memerlukan kedalaman yang dalam, cukup di kedalaman 8-15 meter saja. Begitu masuk langsung mengatur buoyancy, usahakan untuk berenang tidak menjauhi karang dan tetap dekat dengan buddy kita. Arus di spot ini bisa dikatakan agak sedikit berbahaya karena arus akan menarik para penyelam untuk ke arah lautan lepas (blue ocean). Kita harus bisa mengkontrol diri kita untuk tetap berada tidak jauh dari permukaan karang. Sesekali saya harus berenang melawan arus karena sempat terbawa arus menjauhi karang. Adrenalin saya pun sangat terpacu di sini. Dengan arus yang kencang seperti itu, spot ini memiliki visibilitas yang jernih. Waktu yang pas untuk turun di spot ini adalah pagi hari sekitar jam 8-10 pagi dan siang menjelang sore sekitar jam 2-4 sore. Kontur permukaannya pun cenderung slope tapi kemudian rata di kedalaman 10-15 meter.

Begitu besar arusnya hingga membuat lili laut bergoyang mau copot

Begitu besar arusnya hingga membuat lili laut bergoyang mau copot

lembongan dive

Pemandangan bawah lautnya saya acungi jempol. Tutupan karang keras dan karang lunak (soft coral) di spot ini hampir rata warna warni menutupi spot ini. Sesekali menemukan bongkahan karang besar di yang dipenuhi lili laut atau biota benthos. Soft coral terlihat bergoyang-goyang mengikuti arus di spot ini. Lagi-lagi saya ditantang di spot ini, ketika menemukan biota unik untuk saya foto tapi sangat susah karena saya terus bergerak mengikuti arus. Jadi sesekali saya menancapkan hook saya di batu karang untuk bisa mengambil gambar. Ketika menancapkan hook (pengait) rasanya seperti diterpa air terjun karena melawan arus. Begitu terasa arus nya sangat kencang di sini.

Hamparan karang dan schooling ikan di spot Mangrove

Hamparan karang dan schooling ikan  Anthias di spot Mangrove

Sensasi terbang melayang langsung dirasakan, seperti melayang di dalam akuarium laut raksasa dan hanya bisa diam disuguhi pemandangan indah ini. Schooling ikan dari yang kecil hingga besar banyak ditemukan di sini. Warna-warni ikan jenis Anthias memenuhi spot ini, saya juga menemukan Puffer Fish yang besarnya hampir satu meter sedang bersembunyi di atas hamparan softcoral. Di spot ini banyak juga ditemukan ikan dari jenis Angelfish, Butterflyfish, Surgeon fish, Triggerfish, berbagai jenis ikan Wrasses, Moorish Idol, Damselfish, Snapper, Fusilier, Grouper bahkan sempat melihat ikan jenis Trevally melintas di sini . Diantara lubang-lubang banyak juga ditemukan anemone dan tentunya bersama si lucu Clown Fish-nya. Di sini saya juga menemukan seekor penyu yang lagi asik berenang.

Terbang Melayang bagai Superman di atas hamparan soft coral

Terbang Melayang bagai Superman di atas hamparan soft coral

Rombongan ikan Moorish Idol sedang makan

Rombongan ikan Moorish Idol sedang makan

Sudah menunjukkan waktu 55 menit dan tekanan masih 100 bar kami melewati seperti kabel besar panjang di bawah air dan DM pun menyuruh kami untuk safety stop dan segera naik. Oh ternyata kabel panjang tadi adalah batas dari spot ini, berapa pun tekanan udara yang masih tersisa di dalam tabung jika sudah melewati kabel ini maka penyelam harus segera naik. Ini dikarenakan setelah melewati kabel ini sudah mendekati laut lepas dan banyak sekali kejadian seperti penyelam hanyut atau hilang karena tidak mengetahui batas ini. Spot ini sangat saya rekomendasikan untuk kalian yang ingin menguji adrenalin di dalam laut.


Iklan

4 responses to “Menantang Arus di Mangrove Nusa Lembongan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s