Penuh Keunikan Di Pulau Latondu

Tak sepadat penduduknya seperti di Pulau Tarupa, Pulau Latondu ini memiliki kepadatan penduduk terbesar kedua di antara pulau-pulau yang berpenghuni di kawasan Taman Nasional Takabonerate. Berkunjung ke Pulau Latondu ini kita bisa melihat semakin dekat adat, budaya dan kehidupan masyarakat lokal di pulau ini. Tak hanya daratnya, lautnya pun sangat indah. Pulau Latondu dikelilingi oleh perairan yang memiliki warna biru seperti crystal saking jernihnya. Bukan lebay tapi faktanya seperti itu.

Biru seperti crystal warna perairan ketika menuju Pulau Latondu

Biru seperti crystal warna perairan ketika menuju Pulau Latondu

Bening nya bikin langsung pengen nyebuuurrrr!!

Bening nya bikin langsung pengen nyebuuurrrr!!

Selfie dulu boleh donk yah

Selfie dulu boleh donk yah

Memasuki kawasan pulau ini kita akan melihat beberapa rumah penduduk yang berada di sisir pantai. Rumah penduduk di pulau ini memiliki karakteristik rumah panggung dengan atap daun kelapa atau seng. Seiring perkembangan zaman, sekarang sudah terdapat beberapa rumah semi permanen dan permanen di dalam pulau ini.

Perkampungan di pinggir pantai Pulau Latondu

Perkampungan di pinggir pantai Pulau Latondu

Tampak banyak sekali perahu-perahu nelayan yang parkir di sepanjang pantai pulau ini. Yak, mata pencaharian utama penduduk di pulau ini sebagian besar adalah nelayan, pedagang hasil laut atau pengumpul. Penduduk di sini pun di dominasi oleh Suku Bugis dan Suku Bajo tetapi terdapat juga suku lainnya seperti Makassar, Flores dan Selayar.

Rumah tradisional dan perahu nelayan yang bersandar

Rumah tradisional dan perahu nelayan yang bersandar

Dedek-dedek kecil lagi asyik main air

Dedek-dedek kecil lagi asyik main air

Sambutan hangat dari anak-anak kampung Latondu

Sambutan hangat dari anak-anak kampung Latondu

Di dalam Pulau Latondu terdapat tempat konservasi untuk penyu. Tukik-tukik ditempatkan di kolam di rawat hingga siap di lepas di alam bebas. Sangat terlihat sekali bahwa masyarakat di sini sudah diajarkan atau sudah disosialisasikan mengenai biota-biota yang masuk dalam golongan biota yang dilindungi di dalam laut. Terdapat beberapa papan seperti papan mading berisikan daftar-daftar nama biota beserta fotonya yang masuk dalam biota yang boleh di tangkap dan biota yang tidak boleh ditangkap. Dengan adanya papan informasi ini sangat membantu sekali untuk meningkatkan kecintaan dan kesadaran penduduk lokal untuk tidak sembarangan dalam memancing atau berburu biota di laut.

Tempat Penangkaran Tukik di Pulau Latondu

Tempat Penangkaran Tukik di Pulau Latondu

Papan pengumuman penduduk di Pulau Latondu sudah peduli dengan Kima

Papan pengumuman penduduk di Pulau Latondu sudah peduli dengan Kima

Pembuatan kapal kayu secara tradisional

Pembuatan kapal kayu secara tradisional

Semakin ke dalam berjalan ke perkampungan pulau ini, kita bisa melihat juga hasil tangkapan para nelayan di sini. Saya tidak menemukan ikan yang dijemur ataupun digantung, melainkan Teripang yang bersusun rapi sedang di jemur. Wah ini entah hasil mengambil di laut atau memang nelayan di sini sudah diajari budidaya teripang. Teripang merupakan salah satu komoditi yang mahal menurut saya. Permintaan pasar akan hewan ini sangat tinggi terutama di kalangan orang Chinese. Tidak hanya untuk di ekspor ke luar negeri di dalam negeri pun sudah banyak yang mengkonsumsi teripang ini. Biasanya teripang ini dimasak menjadi sup atau pun diolah menjadi pil obat. Teripang dipercaya memiliki khasiat sebagai obat tradisional dengan manfaat untuk mempercepat penyembuhan luka, menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah,  menurunkan kolesterol , menurunkan darah tinggi , masalah pencernaan dan masih banyak lainnya .

Teripang yang sedang dikeringkan, salah satu komoditas di pulau ini

Teripang yang sedang dikeringkan, salah satu komoditas di pulau ini

Saya sempat bertemu dengan salah satu nelayan di sini, ketika menengok ke arah tangkapannya, saya kaget. Isi tangkapannya adalah Moray Eel alias belut laut. Ukurannya tidak bercanda paling kecil sepanjang satu meter bahkan ada yang lebih. Kebayang kan besarnya belut lautnya. Moray eel ini salah satu hewan yang berbahaya menurut saya di dalam laut karena memiliki gigi tajam dan kemampuan menyerang, jika tergigit jangan harap bisa di lepas. Moray eel banyak juga di jadikan sebagai salah satu hewan hias pengisi akuarium karena beberapa spesies hewan ini memiliki motif dan bentuk yang unik, sedangkan di Pulau Latondu Moray Eel hanya dijadikan ikan asin.

Satu gerobak isinya Moray Eel semuaaaaaa

Satu gerobak isinya Moray Eel semuaaaaaa

Besar banget kan Moray Eelnya. Geli gimana gitu liatnya

Besar banget kan Moray Eelnya. Geli gimana gitu liatnya

Nelayan menangkap Moray menggunakan bubu bambu (perangkap bambu) yang diletakkan dekat dengan lubang sarang Moray.  Selanjutnya, Moray di potong-potong menjadi ukuran lebih kecil lalu dikeringkan hingga kering. Moray asin ini diperdagangkan hingga ke NTB dan NTT. Menurut nelayan di sini permintaan pasar dari luar Selayar untuk biota ini sangat tinggi. Ada yang tertarik mau mencoba rasa Moray asin kering?? Kalau saya sih gak berani, ketemu dengan Moray hidup saja saya takut pas liat sudah matinya pun masih takut hehehe.

saatnya eksekusi si Moray. Di potong kecil-kecil untuk dikeringkan

saatnya eksekusi si Moray. Di potong kecil-kecil untuk dikeringkan

Moray Eel kering, jenis ikan asin baru. Ada yang minat mencoba???

Moray Eel kering, jenis ikan asin baru. Ada yang minat mencoba???

Bagaimana dengan underwater di pulau ini? Jangan di ragukan lagi, tepat di depan pulau ini terdapat wall karang yang sangat indah. Spot diving di Pulau Latondu ini memiliki tingkat visibilitas hampir 100 %, sangat jernih. Perbatasaan antara kedalaman dangkal dengan mulut wall di penuhi dengan hardcoral dan softcoral. Sensasi menyelam di sini, kita bisa menyelam dalam hingga 35 m dan masih sangat terang sekali di dalam. Tapi, penyelam harus bisa menahan diri untuk tetap menjaga kedalamannya agar tidak terkena nitrogen narcosis akibat menyelam terlalu dalam dan lama. Jika beruntung di spot ini kita bisa menemukan hiu. Di dinding karang spot banyak ditemukan biota-biota  seperti gurita, teripang, sea fan dan aneka sponge.

Warna warni terumbu karang di sekitar wall Latondu

Warna warni terumbu karang di sekitar wall Latondu

Di kedalaman dangkal saja sudah rapat karangnya

Di kedalaman dangkal saja sudah rapat karangnya

Entry into the deep wall

Entry into the deep wall

Salam perpisahan dari anak-anak di Latondu, semoga bisa berkunjung lagi di lain hari

Salam perpisahan dari anak-anak di Latondu, semoga bisa berkunjung lagi di lain hari

Iklan

4 responses to “Penuh Keunikan Di Pulau Latondu

  1. selain alam bawah lautnya yang amazing, perairan di Sulawesi sini eamng jernihh banget. dari utara, tengah , sampe di ujung selatan.

    Nice Blog btw.
    salam kenal 😀

    • Halo salam kenal juga mas 🙂

      Terima kasih udh mampir ke blog saya.
      Yuup bener banget mas alam di Sulawesi indah banget, dari alamnya di laut di darat sampai budaya nya jg yg beragam dan unik ditiap daerahnya

  2. Ping-balik: ‘Magic Wall’ Di Kepulauan Selayar | TO TRAVEL IS TO LIVE·

  3. Ping-balik: TAKABONARATE, SURGA PECINTA BAWAH LAUT | IVACANZA·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s