Main Sama ‘Peppy’ di Taman Nasional Way Kambas

Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Lampung tidak mampir ke icon utama destinasi di sini, yaitu Gajah Lampung. Yak akhirnya saya punya waktu untuk bisa mampir ke Taman Nasional Way Kambas di Lampung dengan memanfaatkan waktu di sela-sela libur longweekend. Perjalanan saya untuk menuju ke sini tidak langsung dari Jakarta tetapi dari Teluk Kiluan, yak jauh sekali titik startnya karena kebetulan saya harus mengunjungi pacar-pacar lama saya (re: lumba-lumba). Jadi rutenya sangat jauh sekali seperti mengelilingi hampir setengah peta kota Lampung.

Rute normal menuju Taman Nasional Way Kambas harus menggunakan jalur darat, jika naik pesawat bisa turun di bandara dan dilanjutkan dengan mobil, jika menggunakan kapal bisa start dari Pelabuhan Bakauheni. Jalur nya pun ada dua jenis, saya akan membahas jalur jika start nya dari Pelabuhan Bakuaheni. Pilihan jalur pertama adalah melewati lintas timur Lampung yang jaraknya hanya memakan waktu 2 jam perjalan dari Pelabuhan Bakauheni dan jalur kedua adalah melewati jalur Metro yang jaraknya 5-6 jam. Jika ditanya apa perbedaannya, kalau lintas timur Lampung itu biasanya dilewati oleh truk-truk ataupun container dengan muatan banyak. Jadi bisa terbayang kalau kondisi jalanannya pun banyak berlubang dan rusak. Nah kalau jalur Metro, dari Pelabuhan Bakauheni kita harus menuju ke kota bandar lampung terlebih dahulu lalu mengambil jalur ke arah kota Metro.

Perjalanan saya dimulai dari Teluk Kiluan mengambil jalur ke arah Metro, dari Teluk Kiluan sendiri untuk mencapai kota Lampung dibutuhkan waktu 4 jam dan ditambah perjalanan menuju kota Metro sekitar 3 jam. Perjalanan agak sedikit lama karena kami harus meraba jalur perjalanannya. Jujur saja kami yang terbiasa hidup di kota besar dengan segala kelengkapan rambu arah tapi tidak dengan di kota Lampung, sangat jarang sekali petunjuk arah hingga sedikit menyusahkan dan harus berhenti berkali-kali untuk bertanya dengan orang. Kami berangkat sekitar jam 12 siang dari Teluk Kiluan dan sampai di Kota Metro sekitar jam 8/9 malam. Kota Metro adalah kota terbesar kedua selain Bandar Lampung dan merupakan kota terakhir yang akan kami lewati karena setelah kota ini untuk menuju Way Kambas tidak ada kota, hanya perkampungan ataupun hutan. Jadi di sini kami mempersiapkan perbekalan seperti makanan dan air minum.

Jalur setelah kota Metro sangat sepi, kami melewati sawah-sawah sesekali perkampungan dan gelap sekali, tidak ada lampu jalan. Orang-orang yang kami singahi untuk bertanya selalu memberi pesan untuk hati-hati dan tidak sembarang berhenti turun di jalan dikarenakan jalur ini merupakan jalur paling rawan tindak kejahatan. Dengan segala kekuatan doa kami sampai juga di depan gerbang Way Kambas. Ternyata dari gerbang ini masih jauh lagi sampai ke pos penjaga gerbangnya. Jaraknya sekitar 20 km lagi. Jam 11 malam kami pun tiba di pos penjaga Taman Nasional Way Kambas, untungnya sebelumnya kami sudah menelpon Kantor Balai Taman Nasional untuk mengkonfirmasi kedatangan kami. Kami pun disambut oleh beberapa petugas di sana, setelah mengobrol dan diberi penjelasan panjang lebar kami pun di persilahkan untuk tidur di aula gedung pos penjaga.

Gerbang masuk dan loket TN Way Kambas.

Gerbang masuk dan loket TN Way Kambas.

Harga tiket masuk untuk pengunjung TN Way Kambas

Harga tiket masuk untuk pengunjung TN Way Kambas

Wilayah di Taman Nasional Way Kambas ini dibagi dua yaitu wilayah utuk PLG (Pusat Latihan Gajah) dan Way Kanan. Di Pusat Latihan Gajah ini tempat untuk para pengunjung umum untuk melihat secara dekat para gajah. Di sini pengunjung dapat berinteraksi dengan memberi makan gajah, melihat gajah mandi, atraksi gajah bermain bola sampai tur trackking menaiki gajah keliling hutan. Loket gerbang masuk Way Kambas di buka sekitar jam 08.00, tiketnya pun sangat terjangkau. Dari gerbang masuk loket untuk menuju Pusat Latihan Gajah masih harus menempuh 9 km dan 13 Km untuk menuju Way Kanan

PLG masih 9 km. Way Kanan masih 13 km

PLG masih 9 km. Way Kanan masih 13 km

Total luas wilayah TN Way Kambas. Wah besar banget ini

Total luas wilayah TN Way Kambas. Wah besar banget ini

Kegiatan pertama saya dan teman-teman saya adalah foto hunting gajah, memasuki wilayah PLG langsung disambut kolam untuk mandi gajah yang sangat luas. Di samping nya ada kandang gajah yang terbuka lebar. Saya pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam kandang tersebut. Rasanya seperti di mini Afrika karena banyak sekali gajahnya. Tidak boleh sembarangan masuk ke dalam gajah ini, saya sempat kena tegor petugas tapi karena ditemani oleh pawang saya bisa bebas masuk, kuncinya kudu bareng pawangnya. Di sini kami asik mengelus-elus anak gajah, foto-foto dan melihat mereka dimandikan. Tidak lama waktu di sini karena masih mengejar waktu untuk explore Way Kanan.

Yey! Menginjakkan kaki di kandang gajah alami. Tanpa kurungan besi, langsung alam bebas

Yey! Menginjakkan kaki di kandang gajah alami. Tanpa kurungan besi, langsung alam bebas

Finally i meet you Peppy.

Finally i met you Peppy.

Come..come..come on Peppy come to me

Come..come..come on Peppy come to me

Main sama Peppy. Gemes!

Main sama Peppy. Gemes!

Saatnya sang pawang membawa gajah-gajah ini pergi mandi

Saatnya sang pawang membawa gajah-gajah ini pergi mandi

Kolam besar untuk para gajah mandi. Siap nyeburrrr!!

Kolam besar untuk para gajah mandi. Siap nyeburrrr!!

Saatnya mandi. Duduk manis, lalu digosok-gosok diguyur-guyur

Saatnya mandi. Duduk manis, lalu digosok-gosok diguyur-guyur

Si anak gajah ini tingkat cuteness nya overload deh

Si anak gajah ini tingkat cuteness nya overload deh

My gosh! gak kuat liatnya, pengen di bawa pulang rasanya. Cute!!!

My gosh! gak kuat liatnya, pengen di bawa pulang rasanya. Cute!!!

salah satu wisma di dalam kawasan PLG. Belum selesai masih tahap renovasi

salah satu wisma di dalam kawasan PLG. Belum selesai masih tahap renovasi

Khusus untuk wilayah Way Kanan,karena wilayah ini merupakan kawasan konservasi dimana isinya hutan belantara dan hampir semua flora dan fauna di sini masih liar maka untuk masuk ke kawasan ini  pengunjung harus dibuatkan SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi). Membuatnya tidak sulit tinggal lapor saja kepada petugas di loket dan akan langsung dibuatkan. Untuk memasuki kawasan Way Kanan, pengunjung wajib ditemani oleh satu Ranger hingga ke lokasi. Lokasi ini cocok sekali untuk wisata edukasi dan penelitian. Banyak mahasiswa, turis asing ataupun peneliti yang datang ke tempat ini untuk belajar dan pengamatan.

Menurut sang Ranger, aktivitas  yang biasa di lakukan di sini adalah bird watching, flora watching dan susur sungai. Aktivitas ini dilakukan biasanya di pagi hari dan sore menjelang malam hari (Safari Night). Di dalam kawasan ini terdapat  dermaga kapal boat untuk kegiatan susur sungai, tapi karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat untuk mencoba susur sungai dengan boat, kata sang ranger ujung perjalanan susur sungai akan langsung menuju pantai laut lepas. Next time akan saya coba. Dari depan gerbang masuk untuk menuju pos atau penginapan di Way Kanan harus menempuh 13 km, pemandangannya pun kanan kiri hutan belantara. Jika kita beruntung, kita bisa melihat gajah liar melintas, rusa, babi hutan, burung ataupun ayam hutan. Sayangnya karena sudah terlalu siang kami tidak menemukan apa-apa sepanjang 13 km ini.

Di tengah-tengah perjalanan kami sempat melewati wilayah penangkaran badak. Ternyata untuk memasuki wilayah ini sangat sulit karena membutuhkan ijin yang banyak dan begitu banyak persyaratannya. Wajar karena badak merupakan hewan yang sangat rentan sakit dan stress. Pengunjung yang masuk pun dibatasi dan harus memiliki badan yang sehat. Badak liar pun masih banyak jumlah nya di Hutan Way Kanan ini. Harimau pun juga masih ada, ternyata sangat luas sekali hutan Way Kanan ini. Mungkin jika kita ingin mencarinya bisa camping di tengah hutan belantara ini.

Selamat datang di Way Kanan

Selamat datang di Way Kanan

Udara rindang langsung menyambut di pos penjaga Way Kanan

Udara rindang langsung menyambut di pos penjaga Way Kanan

Penginapan di dalam kawasan Way Kanan

Penginapan di dalam kawasan Way Kanan

Bayangkan di jam-jam tertentu ada hewan-hewan liar di depan halaman anda

Bayangkan di jam-jam tertentu ada hewan-hewan liar di depan halaman anda

Dermaga tempat boat di Way Kanan. Berasa di Amazon yah

Dermaga tempat boat di Way Kanan. Berasa di Amazon yah

Siap mau susur sungai pakai boat ini? Next time harus coba

Siap mau susur sungai pakai boat ini? Next time harus coba

Untuk yang berminat untuk kegiatan pengamatan satwa, pihak Taman Nasional memberikan fasilitas penginapan berupa wisma di dalam wilayah Way Kanan. Wismanya sangat nyaman, dekat dengan dermaga boat dan pos petugasnya. Menurut petugas di sini, di pagi dan sore hari kita bisa melihat gerombolan babi hutan dan rusa yang mendekat ke arah wisma untuk makan ataupun hanya sekedar melintas. Begitu sunyi dan sangat dekat sekali rasanya dengan alam bebas. Bebas dari bisingnya hiruk pikuk kota dan polusi kota. Semoga masih diberi kesempatan untuk dapat mengunjunginya kembali.

Iklan

4 responses to “Main Sama ‘Peppy’ di Taman Nasional Way Kambas

    • ya kaaan gemes banget emang!
      waktu itu pakai mobil pribadi dari Lampung ke Way Kambasnya, jadi cuma abis di bensin.
      Masuk kawasannya murah kok, paling yang mesti dipikirin itu bensin atau biaya nyebrang di pelabuhan (Kalau pakai kapal yah)

    • Kalau untuk penginapan di dalam kawasannya ini harganya saya kurang tahu karena ada paket dengan tur nya dari taman nasioanalnya. Tapi di dekat pintu masuk way kambas ada penginapan, bisa dicek di web ini dan dihubungi kontaknya untuk harganya yah http://satwaecolodge.com/accommodation-facilities/
      Disarankan untuk bawa kendaraan atau menyewa kendaraan, soalnya dari pintu gerbang ke dalam PLG nya cukup jauh 9km

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s