Trip Kiluan Edisi Jalur Laut

Mari mencoba sensasi yang berbeda nge-trip ke Kiluan pakai akses jalur laut. Emang bisa? Bisa donk, kalau sudah membaca kisah sebelumnya soal akses jalur darat menuju Kiluan yang bikin pantat rada tepos, nah ini kalau pakai jalur laut lebih aman untuk kesehatan pinggang dan pantat. Akses perjalanan ke Kiluan dengan jalur laut pertama-tama dari Bakauheni menuju Dermaga Canti. Tidak jauh dari Bakauheni hanya 1 jam saja (bisa kurang kalau ngebut banget). Dermaga Canti ini biasanya banyak digunakan untuk kapal-kapal yang menuju ke Pulau Sebesi dan Krakatau. Setelah tiba di darmaga ini kami langsung bersiap naik kapal dan begitu melihat kapalnya, wooow! Besar sekali jika di bandingkan dengan kapal-kapal yang dipakai ke Krakatau. Kapal Kayu ini bisa memuat sampai 40 orang. Peserta trip hari itu berjumlah sekitar 35 orang, pas lah jika ditambah ABK nya.

Kapal yang digunakan untuk trip jalur laut

Kapal yang digunakan untuk trip jalur laut

Tidak banyak memang Trip Organizer yang berani mengambil akses jalur laut sebagai jalur utama trip nya. Dengan kapal sebesar ini, trip organizer pun dipacu untuk mencari orang minimal hingga 35 peserta dan ini bukan hal yang mudah menurut saya. Selain itu tantangan yang lainnya adalah tidak semua peserta trip itu kuat dengan perjalanan laut. Contohnya seperti saya, sejujurnya saya juga termasuk orang-orang yang suka mabuk laut. Makanya begitu naik kapal, saya langsung tidur selonjoran.

Destinasi pertama trip jalur laut ini adalah menuju ke Pulau Legundi. Total waktu perjalanan ke pulau ini sekitar 1,5 -2 jam. Tidak tahu pasti berapa lama waktunya karena saya asik tidur di kapal. Sesampainya di Pulau ini kami tidak turun ke pulaunya tetapi langsung diantarkan ke spot snorklingnya. Spot snorkling nya tidak jauh dari pulau ini, di depan langsung pulaunya. Pulau Legundi ini berbentuk kepulauan, banyak pulau-pulau kecil  di sekitaran Pulau Legundi. Pulau ini juga tidak seramai Pulau Sebesi. Hanya terlihat banyak kapal-kapal nelayan yang sedang memancing di dekat pulau ini.

Pulau Legundi

Pulau Legundi

Agak pesimis pertama kali mau nyebur , tidak terlalu high-expectation tapi ketika nyebur pertama kali dan langsung lihat si ikan kesukaan saya Moorish Idol langsung semangat pakai pemberat dan ambil kamera underwater siap-siap freedive. Untuk kondisi karangnya hampir 80% tertutup rapat dengan hard coral dan banyak sekali ditemukan berbagai jenis anemon. Karang meja dengan diameter yang besar dan karang jenis foliose (seperti bunga) banyak mendominasi di spot ini. Untuk keragaman ikannya, saya kaget ternyata banyak sekali didominasi ikan-ikan indikator dari family Chaetodontidae (Butterflyfishes). Saya menemukan ikan spesies Chaetodon lunulatus , Chaetodon klenii, Heniochus acuminatus, Chaetodon baronessa, Chaetodon vagabundus  dan Chaetodon octofasciatus. Jenis ikan clownfish yang ditemukan mayoritas ikan dari spesies Amphiprion perideraion. Ikan terompet alias Aulostomus chinensis si kuning ini pun saya temukan juga di sini. Memang sekilas ketika snorkling di sini memang sepi, gerombolan ikan banyak berada di kedalaman yang lebih dalam di sekitar 5 meter ke atas.

Yak ketemu Chaetodon lunulatus

Yak ketemu Chaetodon lunulatus

Tutupan karang Hard Coral hampir rapat di Pulau Legundi

Tutupan karang Hard Coral hampir rapat di Pulau Legundi

 

Hayo ngintip-ngintip

Hayo ngintip-ngintip

Setelah asik snorkling, kapal langsung menuju lokasi berikutnya yaitu Pulau Umang, ini bukan Pulau Umang yang berada di Krakatau. Mungkin banyak nama pulau yang menggunakan nama Umang yah. Untuk menuju pulau ini tidak terlalu jauh kurang dari 30 menit sudah sampai, karena kondisi angin sedang kencang jadi kapal tidak bisa merapat ke tepi pantai, jadi kalau mau main ke pantai ya harus nyebur berenang ke sana. Berenang menuju pulau ini tidak mudah, jaraknya dekat tapi banyak hamparan karang di depan pulau ini dan tajam-tajam. Korban paha saya kebeset, lumayan bikin perih. Ketika sudah berhasil menuju pantai langsung disambut pasir putih dan jejeran pohon kelapa. Tidak banyak peserta trip yang mau turun ke pantai. Di sini aktivitasnya hanya duduk-duduk santai dan foto-foto.

Pulau Umang, yang dipenuhi jejeran pohon kelapa

Pulau Umang, yang dipenuhi jejeran pohon kelapa

Hamparan karang rapat di depan Pulau Umang

Hamparan karang rapat di depan Pulau Umang

Perjalanan menuju Teluk Kiluan pun dimulai, dari Pulau Umang ke Teluk Kiluan membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Jadi bisa dihitung-hitung total perjalanan dari Dermaga Canti ke Teluk Kiluan hanya sekitar 4 jam. Kondisi laut pun tenang hanya gelombang kecil yang tidak begitu terasa akibat kapal kami yang besar. Jadi lebih singkat kan perjalanan pakai Jalur laut ini, sudah gitu bisa main-main snorklingan dulu. Mata tidak bosan melihat pemandangan di pinggiran laut karena arah jalur kapal berlayar mengikuti garis pantai pulau Sumatera. Banyak tebing-tebing dan pulau-pulau kecil di sekitaran garis pantai ini.

Yak di sore hari kami sudah memasuki kawasan Teluk Kiluan dan kapal langsung bersandar di Pulau Kelapa. Aktivitas di pulau ini sama seperti aktivitas saat di trip jalur darat, hanya duduk-duduk santai, sesekali snorklingan.  Untuk spot snorklingan di sini tidak begitu menarik bagi saya, tapi sempat menemukan Blue Dot Stingray dan Moray Eel. Wow tidak sangka.

Blue Dott Stingray

Blue Dott Stingray

Anemon dan clownfish di sekitaran Pulau Kelapa

Anemon dan clownfish di sekitaran Pulau Kelapa

Agenda di pagi hari langsung menaiki kapal jukung dan siap berlayar menuju tengah lautan mencari lumba-lumba. Akankah bertemu??Daaan jawabannya adaaalaaah ketemu!! Walau tidak banyak tapi akhirnya bisa merasakan sensasi bertemu lumba-lumba langsung di alamnya. Jam 09.30 kami sudah kembali ke daratan dan langsung bersiap ke Laguna.

Yak untuk mencapai laguna ini kita harus menaiki, menuruni bukit, dan jalan di tepian karang. Oke buat saya yang gak suka naik gunung ataupun mendaki , jalur ini lumayan banget bikin engap dan sesek napas. Sesekali berhenti untuk mengambil napas dan minum. Jalur pertama kita harus mendaki bukit lalu menuruni bukit. Harus hati-hati karena sebagian besar jalurnya berpasir. Setelah menuruni bukit langsung disambut pemandangan pantai dan deburan ombak laut Kiluan. Nah untuk mencapai Laguna, harus menyusuri tepian-tepian batu karang di sepanjang garis pantai ini. Harus ekstra hati-hati dalam melangkah karena batu-batunya sangat licin dan terjal. Yang paling menantang adalah harus melewati jembatan kayu kecil dimana bawahnya langsung lautan curam. Keseimbangan tubuh benar-benar diuji. Jalur yang melelahkan ini akan terbayar ketika sampai di Laguna. Sekilas seperti kolam renang alami di pinggir laut, langsung berbatasan dengan laut lepas, sesekali ombak menghatam bebatuan dipinggirnya sehingga air masuk ke dalam Laguna seperti air terjun. Cukup aman untuk berendam di sini, airnya jernih dan biru.

Pintu masuk ke laguna, bayar 3ribu

Pintu masuk ke laguna, bayar 3ribu

Naik bukit dulu

Naik bukit dulu

Itu, lagunanya masih di bawah sana. Masih jauh yaa

Itu, lagunanya masih di bawah sana. Masih jauh yaa

Disambut deburan ombak dan birunya laut di Laguna

Disambut deburan ombak dan birunya laut di Laguna

Perjalanan belum kelar, masih ada edisi susur tebing

Perjalanan belum kelar, masih ada edisi susur tebing

ini jembatan buat nyebrangnya nyeremin abis

ini jembatan buat nyebrangnya nyeremin abis

Welcome to Laguna

Welcome to Laguna

527091_224330007755566_851226287_n

Bagaimana sudah terbayang jalur-jalur untuk trip ke Kiluan?Mau pilih jalur darat atau laut itu tergantung dengan kondisi kalian masing-masing yah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s