Pahawang & Tanjung Putus ‘Surga Underwater’ di Lampung

Mau kasih informasi umum dulu mengenai Pahawang. Pahawang adalah nama desa yang terletak di kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesaran. Pulau ini terletak tidak jauh dari Teluk Punduh dan terbagi menjadi dua pulau, yaitu Pahawang Besar dan Pahawang Kecil. Rencana trip kali ini akan muter-muter ke Pulau Pahawang, Kelagian, Tegal, Mahitem, Tanjung Putus, Balak dan Pualu Loh.

HOW TO GET THERE

Akses dan cara menuju Pulau Pahawang sangat mudah dijangkau dari Jakarta, banyak alternatif kendaraan dan cara untuk kesana, tinggal disesuain saja dengan budget yang ada .

  1. Naik pesawat dari Jakarta atau sekitarnya ke Lampung.

Fyi, Airportnya Bandar Lampung ini letaknya bukan ditengah kota, jarak dari airport ke tengah kota sendiri sekitar 30 -45 menit jika menggunakan mobil. Untuk mencapai Pulau Pahawang dari Bandara Lampung bisa dengan menyewa mobil dari bandara. Di Lampung itu gak ada taksi guys, jadi menyewa mobil adalah satu-satunya cara menuju ke Pahawang. Range sewa mobil ke Pahawang dari airport itu sekitar 300ribu – 400ribu (jago-jago nego aja yah). Tipsnya ambil flight yang sampai di Lampung paling pagi biar gak kesiangan ke Pahawangnya, dari bandara ke Pahawang perjalanan sekitar 1 – 2 jam.

2. Start dari Pelabuhan Merak menggunakan kapal ferry ke Pelabuhan Bakauheni.

Disarankan kalau yang mau menggunakan moda transportasi kapal ferry, sudah tiba di Pelabuhan Merak pukul 00.00 WIB, kalau yang bawa kendaraaan pribadi biasanya suka lama antri masuk ke kapalnya. Kenapa tengah malam sekali? Karena penyeberangan dari Merak ke Lampung ini salah satu rute tersibuk di tiap jamnya, banyaknya kapal yang bersandar kadang membuat antri dan lama. Biasanya jika masuk kapal jam 12 malam bisa sampai di Bakauheni sekitar subuh, bisa lebih molor atau lebih cepat. Dari Pelabuhan Bakauheni ini jika pergi ramaian bisa sewa mobil ke Pahawang sekitar 500rb – 700rb. Biasanya pemilik mobil juga menawarkan apakah ingin dijemput sekalian pas pulang atau tidak. Saran saya sih ambil yang PP saja. Perjalanan dari Bakauheni ke Pahawang memakan waktu kurang lebih 3 jam. Jalur yang dilalui untuk menuju Pahawang sama dengan jalur yang dilalui untuk menuju ke Kiluan, hanya saja ke Kiluan harus masih menempuh perjalanan darat lagi yang panjang.

Tiba di Pelabuhan Ketapang (Pelabuhan tempat kapal bersandar untuk menuju Pulau Pahawang) langsung naik ke kapal. Kapal yang dinaiki tipenya seperti jukung tapi ini bisa memuat sekitar 17 orang plus barang, lebih besar. Jenis kapal yang bisa disewa untuk menuju Pulau Pahawang ada 2 jenis yaitu Kapal Jukung (kapasitas 15-20 0rg) dan Speed Boat (kapasitas 6-8 org). Harga penyewaan untuk kapal jukung yaitu 500rb per hari dan speed boat 700rb per hari. Lebih enak dari speed boat kalau saya yah, karena lebih cepat dan efektif waktu.

Kumpul di Dermaga Ketapang. Siap berangkat

Kumpul di Dermaga Ketapang. Siap berangkat

JELAJAH PULAU-PULAU DI SEKITAR PAHAWANG

1.Pulau Kelagian

Untuk lokasi Pulau Kelagian sendiri ternyata sangat dekat sekali, diseberang persis Dermaga Ketapang. Tetapi kami tidak ke sana dan lanjut ke lokasi selanjutnya untuk snorkling di Pulau Mahitem. Kondisi perairan di sini cenderung tenang walaupun sudah hujan deras plus angin kencang, mungkin di pengaruhi oleh lokasi pulau yang saling berdekatan. Di Pulau Kelagian ini juga banyak rumah warga yang dijadikan homestay.

2. Pulau Mahitem

Pulau Mahitem sendiri merupakan pulau yang tidak berpenghuni, di depan pulau tersebut terdapat tambak-tambak apung nelayan. Walaupun gerimis dan mendung, perairan di sekitar pulau ini pun tampak jernih berwarna kehijauan. Jangan ditanya soal underwaternya. Karangnya sangat rapat, ikannya buaanyak. Di kedalaman dangkal pun 1 meter hamparan karangnya begitu rapat. Jenis ikannya pun banyak. Ikan nemo dan anemon banyak ditemukan di sini. Saya banyak menemukan ikan nemo dengan spesies Amphiprion ocellaris dan menemukan banyak ikan jenis Apogonidae yang diam cool di antara karang-karang branching. Sayang udara mendung sehingga mempengaruhi visibilitas, jika udara cerah pasti sangat indah sekali warna-warna karang yang memancar di sini.

Perjalanan menuju Pulau Mahitem

Perjalanan menuju Pulau Mahitem

underwater pahawang

3. Pulau Pahawang Kecil dan Pahawang Besar

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Pulau Pahawang terbagi menjadi 2 pulau dan kami mengunjungi Pulau Pahawang Kecil. Di pulau ini terdapat satu resort pribadi, pemiliknya orang Prancis. Gaya bangunan resortnya bergaya bangunan joglo ala Jawa. Sayang tidak bisa disewa untuk umum, jadi hanya bisa dilihat dari luar saja. Jika sedang surut, maka akan timbul seperti gusung (daratan pasir yang timbul ke permukaan) ditengah-tengah antara Pahawang Kecil dengan Pahawang Besar. Jadi kita bisa jalan di atas gusung tersebut menuju Pahawang Besar. Overall pulau ini bagus tambah bagus kalau cuaca cerah, air nya sangat jernih, pasirnya putih dan pemandangannya diapit oleh background pegunungan, komposisi yang pas. Untuk masalah underwater jangan diragukan juga, bagus dan sangat cocok untuk lokasi snorkling karena tipe perairannya dangkal dan karang terdapat di kedalaman dangkal. Tapi hati-hati jangan terlalu dekat untuk snorklingnya nanti bisa kebaret badannya.

Pulau Pahawang Kecil

Pulau Pahawang Kecil

Snorkling langsung di depan pantai, hamparan karang begitu rapat. Sejauh pengamatan saya setelah snorkling di 2 lokasi ini, banyak sekali jenis ikan clownfish dari jenis Amphiprion ocellaris, Amphiprion clarkii, Premnas biaculeatus dan Amphiprion frenatus  dan untuk jenis anemon nya sendiri pun beragam.

Resort Pribadi di Pulau Pahwang Kecil

Resort Pribadi di Pulau Pahawang Kecil

Gusung penghubung antara Pahawang Kecil dengan Pahawang Besar

Gusung penghubung antara Pahawang Kecil dengan Pahawang Besar

Moray eel menyapa do celah karang (photo by : Mas Malik)

Moray eel menyapa di celah karang (photo by : Mas Malik)

Underwater pahawang

3. Taman Nemo – Pahawang Kecil

Taman Nemo ini letaknya dibelakang Pulau Pahawang Kecil jadi merupakan lokasi dimana banyak sekali anemon laut tumbuh. Usut punya usut spot ini merupakan spot yang dikelola oleh penduduk sekitar. Jadi penduduk sekitar Pulau Pahawang sudah menyadari bahwa pulau mereka merupakan objek wisata yang bisa dijadikan mata pencaharian dan yang harus dijaga kelestariannya agak tidak rusak. Jadi nelayan-nelayan disini mulai melakukan transplantasi karang di lokasi ini, mengembang-biakan anemon laut sehingga lokasi ini banyak sekali anemonnya, bahkan kipas laut / sea fan pun ada dilokasi ini. Serta meletakkan prasasti-prasasti yang nantinya akan menjadi terumbu bagi karang dan ikan-ikan dengan tulisan-tulisan khas Pulau Pahawang yang bisa dijadikan objek foto underwater. Spot snorkling di Taman Nemo ini cenderung dangkal hanya 3 – 5 meter jadi aman untuk yang pemula. Tapi ingat walaupun dangkal, tolong jangan menginjak karang ataupun biota didalamnya, karena lokasi ini dijadikan tempat pertumbuhan bagi terumbu karang baru.

Underwater di Taman Nemo

Underwater di Taman Nemo

4. Tanjung Putus

Di sini merupakan tempat untuk menginap satu malam. Jarak antara Tanjung Putus dengan pulau-pulau di depannya sangat dekat sekali hanya dipisahkan oleh keramba-keramba apung nelayan. Kaget melihat kondisi underwater di Tanjung Putus ini. Dari tempat kapal bersandar di pinggir pantai langsung terhampar karang-karang rapat. Harus agak hati-hati jika turun kapal di sini. Sudah sore dan visibilitas agak keruh sedikit tapi lumayan bagus untuk ukuran underwater di depan penginapan. Jadi tidak usah jauh-jauh kalau mau snorkling langsung di depan penginapan bisa langsung nyebur.

Kondisi terumbu karang di depan penginapan Tanjung Putus

Kondisi terumbu karang di depan penginapan Tanjung Putus

Penginapan di Pahawang

Penginapan di Tanjung Putus

Tepat tidak jauh dari tempat menginap kami, terdapat lokasi snorkling yang kece banget. Lokasinya di depan persis salah satu penginapan dan dive center (Corona Dive Center). Dengar informasi bahwa penginapan ini merupakan penginapan paling bagus di area Tanjung Putus, kamar AC ada air panasnya sampai tempat karaoker juga ada dan di depan penginapannya langsung ada spot snorkling yang bagus. Pas nyebur langsung di sambut schooling ikan Scaridae (Parrotfishes) dan Siganidae (Rabbitfishes) yang sedang makan pagi. Yeah it’s feeding time for herbivores. Untuk jenis ikan di spot ini lebih beragam, rata-rata jenis ikan herbivore. Tentunya anemon dan clownfish (ikan nemo) banyak juga di sini. Saya menemukan beberapa jenis ikan dari Famili Chaetodonidae (Butterflyfishes) antara lain Heniochus diphreutes, Heniochus varius, dan Heniochus chrysostomus yang asik berenang dengan pasangannya.

Pemandangan selama menuju Tanjung Putus

Pemandangan selama menuju Tanjung Putus

Penginapan 'Mewah' di Tanjung Putus

Penginapan ‘Mewah’ di Tanjung Putus

Freedive di Tanjung Putus, karang super rapet

Freedive di Tanjung Putus, karang super rapet

underwater pahawang

“Aaaaak banyaaak kimaaa nyaaa!!!”

Itu sepertinya reaksi saya bisa teriak di dalam air ketika melihat tidak hanya satu kima yang besar tapi hamparan padang kima yang banyak sekali. Ukuran tubuhnya tidak main-main memiliki diameter hampir 30 cm bahkan lebih. Awalnya saya tidak begitu ‘ngeh’ ketika itu hanya melihat satu kima yang mencolok mata saya warnanya. Ternyata di sekelilingnya banyak sekali kima yang terhampar tidak hanya di balik karang sampai di hamparan pasir nya pun banyak sekali kima. Jenis kima di sini rata-rata adalah spesies Tridacna squamosa tetapi jenis ini memiliki variasi warna yang beragam. Tidak usah jauh-jauh snorkling di wilayah timur Indonesia, di Lampung juga bisa bertemu kima-kima raksasa ini. Usut punya usut ternyata semua kima yang ada di spot ini ditanam atau mungkin di pelihara oleh pemilik penginapan di area ini. Wah investasi yang begitu besar yah, asal jangan di rawat tapi untuk dimakan ujung-ujungnya, bisa bahaya ini.

Tridacna squamosa

Tridacna squamosa

Jenis variasi lain Tridacna squamosa

Jenis variasi lain Tridacna squamosa

5. Pulau Balak

Spot  ini sangat menarik juga, dari atas kapal saja saking jernihnya saya sampai bisa melihat ada anemon dan clownfish di bawah kapal saya. Jernih sekali. Karakteristik di spot ini adalah karang cenderung rapat, visibilitas jernih tetapi untuk jenis dan jumlah ikannya sendiri tidak sebanyak seperti spot yang pertama. Cenderung sepi. Lokasi yang pas untuk foto underwater dan ambil video. Saya sempat beberapa kali mengambil video freedive di sini dan hasil videonya jernih sekali.

Pulau Balak

Birunya laut di Pulau Balak

Premnas biaculeatus si Maroon clownfish

Premnas biaculeatus si Maroon clownfish (photo by : Mas Malik)

Underwater di Pulau Balak

Underwater di Pulau Balak

6. Pulau Loh

Pulau Loh tidak jauh dari Pulau Balak untuk lokasinya, jadi karakteristik Pulau-pulau di Pahawang dan Tanjung Putus sangat dekat-dekat jadi untuk trip ke sini waktu kita tidak habis di kapal. Pulau Loh ini sangat sepi, pantai nya pasir putih dengan background pegunungan dan gradasi warna biru laut yang begitu jelas. Hanya ada satu keluarga yang menghuni di pulau ini dan hanya ada 2 rumah. Awalnya satu rumah bisa dijadikan untuk tempat penginapan umum tapi sekarang kondisinya sudah rusak, atapnya sudah jebol. Penghuni pulau ini pun mempersilahkan jika ada wisatawan yang ingin camping di sekitaran pulau mereka. Tampaknya seru jika dicoba. Aktivitas di Pulau ini hanya foto-foto bernarsis ria, karena memang bagus sekali pemandangan di sini.

Pemandangan di Pulau Loh

Pemandangan di Pulau Loh

Ini kerennya naudzubilah banget pemandangannya

Pemandangan berlatar perbukitan di Pulau Loh

Notes :

–          Untuk pergi ke Pahawang bisa mengikuti trip-trip reguler yang diadakan rutin ke sana tiap bulannya. Salah satu trip organizer yang rutin adakan trip ke Pahawang adalah Travelmate Indonesia. Harga tripnya murah hanya Rp 490.000 untuk 3 hari 2 malam hanya exclude biaya transport PP Merak-Rumah dan sewa alat snorkling.

Info lebih lanjut bisa langsung buka Facebook, like fanspage nya Travelmate Indonesia atau follow Twitter @travelmateindo

Iklan

19 responses to “Pahawang & Tanjung Putus ‘Surga Underwater’ di Lampung

  1. wah lengkap juga reviewnya mas, memang potensi wisata laut di Lampung ga kalah dengan Bali. Tahun 2014 lalu saya ke tanjung putus dan pahawang dan menginap di cottage tanjung putus. Saya bantu share contact pemilik cottagenya.
    Ibu Lily – 0852 73877461.
    ini link video perjalanan saya ketika disana:

  2. Mau nanya..penginapannya itu harus disewa per cottage?atau ada yg sewa perkamar?dan kalo nginep di tanjung putus,untuk balik lagi k dermaga ketapang gimana?bayar brp?thank you

    • harus sewa per cottage, biasanya untuk trip ini sewa kapalnya PP dari dermaga ke tanjung putus jadi nanti kapalnya ikut nginep juga. Jadi itungannya 2 hari sewa kapalnya sekitar 1jt untuk 2 hari

  3. Hallo mba pripto , mba aku mau tanya couttage nya itu berapa kamar ya atau lost jadi satu rame2 ya ? dan untuk price couttage trsbut berapa ya mba? Mohon info, tims.

    • Halo mba.
      Untuk cottage yang agak mahal itu bentuk sistemnya perkamar-kamar dan yang homestaynya itu satu rumah lost ramai-ramai bisa sampai 30 orang. Untuk harga price cottagenya sendiri bisa langsung tlp ke pemilik penginapannya Ibu Lily – 0852 73877461.

    • boleh kok bawa tenda, tapi sepertinya tidak boleh di Pulau Pahawang Kecil. Di pulau lain kemungkinan bisa. Tinggal ijin ke penjaga pulaunya dan kasih uang kebersihan sudah cukup

  4. hai mbak…. mo tanya sekaligus minta saran dong ….. saya kan sedang hamil 8 minggu kira2 jalanan menuju pahawang dan paulu kiluan aman tdk yaa untuk kehamilan saya? tolong bantu jawab ya mba… tq

    • Halo mba Dwi moga sehat selalu yaah sama debaynya.
      Klo jalanan menuju kiluan aku gak saranin mba soalnya jalanannya msh byk yg rusak, klo ke pahawang jalur daratnya sih aman karena udah aspal semua klo pun ada yg rusak paling berlubang ya nanti bawa kendarannya pelan-pelan aja yah klo ketemu jalanan berlubang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s