Amazing Trip To Derawan Part 3

“Let’s go Dive”

Hari kedua dilewati dengan sedikit kecewa karena cuaca yang tidak bersahabat. Tapi tidak dengan hari ketiga. Alhamdulillah cuacanya sangat cerah sekali. Matahari muncul dipagi hari tanpa tertutupi awan hitam. Disaat inilah saya langsung mengambil kamera dan segera lari untuk mengabadikan momen sunrise. Tapi gara-gara saya dan Trancy terlambat bangung jadi moment sunrise-nya hilang. Jadi saya dan Trancy memutuskan untuk jalan-jalan pagi ke darmaga Derawan Dive Resort. Derawan Dive Resort ini merupakan resort berbintang dan paling bagus di Pulau Derawan. Jika kalian punya budget lebih  untuk menginap, bisa mencoba untuk menginap di sini. Fasilitasnya oke banget menurut saya, sudah seperti hotel di atas laut. Jenis kamarnya pun beragam ada yang dipinggir pantai sampai dengan cottage apung di pinggir laut. Kapasitas kamarnya pun beragam dari hanya yang berdua sampai yang untuk family room juga bisa. Untuk harga menginap bsia di lihat di gambar di bawah ini atau langsung klik ke website ini http://price.divederawan.com/a-price.shtml , di website ini lengkap dari harga per kamar, makan hingga yang mau diving.

Harga menginap di Derawan Dive Resort

Harga menginap di Derawan Dive Resort

Derawan Dive Resort memiliki dermaga sendiri dan kawasan pantai pasir putih yang private, bagi yang tidak menginap di sana masih dapat berkunjung untuk sekedar main atau foto di sana. Di bawah dermaga dan kamar-kamar apungnya langsung terdapat terumbu karang dan hamparan ikan-ikan yang mengelilinginya. Jadi ini point plusnya menginap di sini, sudah fasilitasnya lengkap selain itu di depan kamar pemandangan bawah lautnya langsung dapat dilihat seperti punya kolam akuarium air laut sendiri. Harga memang tidak bisa bohong. Selain itu, bagi yang ingin snorkling dan diving tidak perlu jauh-jauh bisa langsung di depan dermaga Derawan Dive Resort. Menurut pengelola Dive Centernya, di depan dermaganya ini terdapat spot seperti taman laut. Kalau ingin melihat kuda laut bisa menyelam atau snorkling di sana karena banyak hamparan Sea Fan (Kipas Laut) dan banyak juga kima. Wah mendengar ini rasanya ingin sekali langsung nyebur saat itu juga, sayang hanya lagi bawa kamera darat saja. Setelah puas foto-foto saya langsung kembali ke penginapan untuk menemui Mas Malik dan Mas Vidi untuk diskusi tentang rencana Diving Trip di hari ini.

Welcome to Derawan Dive Resort

Welcome to Derawan Dive Resort

Morning View dari Dermaga Derawan Dive Resort

Morning View dari Dermaga Derawan Dive Resort

Kamar penginapan di Derawan Dive Resort

Kamar penginapan di Derawan Dive Resort

Akuarium laut langsung di depan kamar

Akuarium laut langsung di depan kamar

Pas sekali udara di hari ketiga ini sangat cerah dan panas sekali, baru pukul 08.00 saja matahari sudah terik membakar kulit. Saat cerah ini lah laut di Derawan begitu indah, berwarna biru Turqoise dan seperti cermin. Saya, Mas Vidi, Mas Malik akhirnya memutuskan untuk diving hanya bertiga saja, sebenarnya Mas Malik sudah mengajak beberapa orang tetapi di pagi itu mereka tidak jadi ikut gabung. Sekarang mencari speedboat kecil untuk disewa untuk diving. Diving spot yang kami pilih spot Manta Point di Pulau Sangalaki dan Garden Sea di sekitar Derawan. Harga kapal setelah di nego menjadi 1 juta untuk mengantar diving ke sana. Yah, untuk harga penyewaan kapal di Derawan memang cukup mahal karena dipengaruhi harga bahan bakar. Untuk penyewaan alat diving sendiri kami menggunakan jasa Dive Center lokal dengan pemilik bernama Pak Oslan. Pak Oslan sangat mengenal semua spot-spot diving di Derawan dan sekitarnya. Rencana diving trip hari ini fokus untuk melihat Manta dan Sea Fan (demi bisa memfoto Pygmy Sea Horse). Di Derawan untuk harga sekali dive di patok Rp 300.000 sudah include dengan semua alat termasuk tabung dan pemberat. Jadi saya total diving di 2 spot plus kapal per orang di kenakan Rp 900.000. Yah tidak terlalu mahal.

Spot diving di Derawan, Sangalaki, Kakaban dan Maratua sangat banyak. Kalau di Derawan terkenal dengan Sea Turtle Point , di spot ini kita tidak akan bosen melihat penyu berseliweran di dekat kita. Di pulau Sangalaki terkenal dengan Manta Pointnya karena di pulau ini merupakan jalur yang dilalui oleh Manta untuk mencari makan. Di Pulau Kakaban spot terkenalnya adalah Wall yang di depan dermaga pulaunya langsung. Nah, spot diving terbanyak berada di Pulau Maratua. Disini surganya spot kalau mau schooling ikan, dari ikan kecil sampai schooling Baracuda, Giant Trevally mau lihat hiu juga ada. Spot ini bernama Big Fish Country, jika menyelam disini siap-siap saja menghadapi arus yang keras tapi dengan diving dengan sensasi ditemani kumpulan ikan yang banyak. Sayangnya karena keterbatasan waktu, saya cuma bisa mendengarkan cerita dari Pak Oslan. Next time, saya harus bisa diving di spot ini. Rencana diving kami akan berangkat sekitar jam 10.00 dengan harapan begitu sampai di Pulau Sangalaki pas dengan Feeding Time Pari Manta. Di hari ketiga ini terjadi perubahan acara di rombongan trip kami. Harusnya di hari ketiga ini hanya snorkling di 2 spot dan bermain di gosong tetapi karena cuaca sedang bagus-bagusnya dan gelombang di laut sudah tenang, akhirnya mereka memutuskan untuk bermain di gusung, ke Pulau Sangalaki melihat Manta dan ke Pulau Maratua. Dengan jadwal seperti ini ternyata dikenakan biaya lebih, yaitu Rp 250.000 per orang. Jadwalnya membuat saya ngiler banget! karena mereka akan ke Maratua, sedangkan saya harus mengorbankan Maratua karena mengejar trip diving. Yah harus berkorban memang.

Spot Diving Pulau Maratua

Spot Diving Pulau Maratua

Spot Diving Pulau Kakaban

Spot Diving Pulau Kakaban

Spot Diving Pulau Sangalaki

Spot Diving Pulau Sangalaki

Spot Diving Pulau Derawan

Spot Diving Pulau Derawan

Saatnya berangkat menuju Pulau Sangalaki untuk diving. Speedboat kecil yang kita sewa benar-benar kecil hanya muat 5 orang saja. Agak ngeri juga saya, trauma takut ketemu gelombang tinggi seperti kemarin. Dan ternyata gelombang saat itu sedang tenang, langit biru, matahari begitu terik, baru terasa indah di Derawan ini. Perjalanan ke Pulau Sangalaki melewati Pulau Semama, pulau dengan pasir putih dan dikelilingi oleh perairan yang jernih. Terlihat ada rombongan kapal yang snorkling di sana. Matahari begitu terik, badan semakin terasa kebakar dan perih. Perjalanan hari ini sangat enak sekali, baru hari ini saya benar-benar menikmati perjalanan di laut.

Pulau Semama

Pulau Semama

Sampai juga ke Pulau Sangalaki, kami tidak mampir ke Pulaunya langsung menuju ke spot Manta. Pas ternyata dari kejauhan Pak Oslan sudah melihat Manta mengepak-ngepak sayapnya di atas permukaan air dan ternyata banyak sekali. Aaaakkkk langsung histeris seketika!! Pengen langsung nyebur snorkling aja rasanya, dari atas kapal sudah kelihatan sekali kumpulan Manta berenang bagai terbang di atas air. Mas Malik langsung menyeburkan diri membawa kameranya, saya dan Mas Vidi sibuk mempersiapkan peralatan untuk diving. Kapal pun di bawa makin mendekat ke arah kumpulan Manta. Persiapan alat sudah oke, langsung kami entry ke dalam air. Pak Oslan langsung mengajak kami menyelam ke bawah dasar, sekitar 20-25 meter. Substrat dasar di dominasi oleh pasir, visibilitas sangat jernih. Tidak banyak karang dan ikan di sini. Jika menyelam di kedalaman 3-5 meter baru bisa menemukan karang dan ikan. Setelah menyelam sekitar 15 menit, saya pun melihat Manta menari-nari di atas kami. Indaaaaah sekali ya Allah, akhirnya impian saya menyelam bersama Manta bisa terwujud juga. Mungkin kalau dilihat ekspresi saya hanya bisa bengong, diam membisu melihat Manta sedekat ini. Indah sekali gerakan mereka seperti terbang dan menari. Manta yang kami lihat di bawah tidak cukup banyak. Mungkin ini jam makan mereka jadi Manta fokus mencari makan di permukaan air. Hanya beberapa yang berenang ke dasar. Saat meyelam di bawah, saya melihat banyak kumpulan orang yang snorkling di atas saya. Sepertinya itu rombongan trip saya, ternyata benar dan mereka bisa dekat sekali dengan Manta yang di permukaan, saya hanya bisa nonton dari bawah. Pak Oslan pun tidak menyerah, kami pun di ajak berenang semakin jauh dan akhirnya menemukan kumpulan Manta yang sedang menari-nari di dalam air. Gemes rasanya pengen bisa ngejar lalu berenang di bawahnya tapi mereka cepat sekali gerakannya menghindar kalau kita mencoba mendekat. Cara terbaik adalah bergerak perlahan dibawahnya lalu diam dan menikmatinya saja sambil foto-foto tentunya. Manta berbeda dengan jenis pari lainnya karena tidak berbahaya. Jenis Pari memiliki Stingray di ekor mereka, bentuknya seperti pisau kecil dan ini merupakan bagian yang berbahaya jika sampai menancap atau tertusuk di bagian tubuh manusia. Kalau Manta tidak memiliki bagian ini di tubuhnya, sangat amat jika bertemu Manta. Awalnya saya takut kalau sampai terkena kibasan tubuhnya. Ternyata tidak sakit kalau kena kibas, seperti rasanya di tepuk halus. Kemunculan Manta di Pulau Sangalaki hanya di jam-jam tertentu saja, jam optimal adalah ketika jam makannya. Next kalau saya punya kesempatan lagi untuk berkunjung ke Sangalaki kembali, saya akan memilih freedive dibanding diving agar bisa lebih dekat dengan Manta. Hampir 1 jam lebih kami habiskan waktu untuk diving dan gerombolan Manta pun sudah hilang, saatnya kami naik dan interval time.

Go dive in Sangalaki

Go dive in Sangalaki

Me and My Buddy, Mas Malik. Tongsis everytime

Me and My Buddy, Mas Malik. Tongsis everytime

Incredible of Manta Rays

Incredible of Manta Rays

Flying with Manta

Flying with Manta

Dive pertama usai saatnya istirahat sejenak interval time mampir ke Pulau Sangalaki. Pemandangan Pulau Sangalaki hari ini dengan yang kemarin begitu berbeda, pasir putih yang berkilau, air laut yang jernih dan gradasi warna biru kehijauan yang begitu indah. Kami pun bersantai di salah satu gazebo yang ada di Pulau, karena saya tidak membawa makan siang jadi hanya foto, ngobrol sambil tidur-tiduran. Suasana di Pulau ini begitu sepi dan tenang, cocoklah kalau buat pasangan yang mau honeymoon. Setelah selesai istirahat kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke Derawan. Pak Oslan mengambil spot diving di sekitar Sea Garden karena kami ingin mengambil foto Pygmy Sea Horse . Saat kami entry pukul sudah memasuki waktu 14.00. Dari atas sudah terlihat jernih terumbu karang dan ikan-ikan yang berenang. Lokasi ini cocok untuk snorkling karena karangnya rapat dan dari kedalaman 2 meter saja sudah banyak sekali. Kami pun diajak menyelam di kedalaman 10-15 meter. Benar sekali, di spot ini banyak sekali melihat Sea Fan (kipas laut), cocok bagi pecinta foto makro karena banyak sekali biota benthos yang lucu-lucu untuk di foto. Saya melihat ada nudibranch, udang-udang kecil, lili laut beraneka warna, sponge dan soft coral. Mas Malik dan Mas Vidi langsung sibuk dengan kamera masing-masing, kalau saya asik mencari ikan-ikan aneh di balik karang. Spesies ikannya beragam, banyak sekali ikan dari jenis Acanthuridae atau Surgeonfish, sesekali melihat ikan dari famili Balistidae yang berenang begitu lucunya. Visibilitas di kedalaman ini agak begitu keruh mungkin pengaruh pergantian pasang surut air laut. Jika berenang ke kedalaman yang lebih dangkal banyak terdapat schooling ikan Parrotfish (ikan kakaktua). Waktu yang kami habiskan untuk menyelam di sini 1 jam 30 menit dan ketika naik ke atas permukaan, langit sudah berubah menjadi mendung, angin pun bertiup kencang membuat semua orang menjadi menggigil kedinginan. Kami pun segera kembali ke Derawan untuk bersih-bersih. Setelah sampai ternyata rombongan trip saya sedang asik bermain banana boat tapi karena saya sudah terlalu lelah jadi hanya duduk-duduk di pinggir darmaga.

Mas Vidi,me, Mas Malik, Pak Oslan

Mas Vidi,me, Mas Malik, Pak Oslan

Menuju Pulau Sangalaki

Menuju Pulau Sangalaki

Perpaduan gradasi warna laut dengan warna langit

Perpaduan gradasi warna laut dengan warna langit

Pulau Sangalaki

Pulau Sangalaki

Malam hari di hari terakhir kami menginap Derawan, saya pakai untuk berwisata malam menikmati kuliner sekitar sambil mencari oleh-oleh khas Derawan. Untuk harga makanan di sini menurut saya tergolong mahal, mungkin karena akomodasi untuk mengambil bahan baku juga jauh. Sangat jarang saya melihat yang menjual seafood di sini. Trancy mencoba untuk kuliner udang bakar, harganya di patok Rp 250,000/5 ekor. Udangnya besar-besar seperti lobster. Setelah puas kuliner, kami di ajak oleh Ringga untuk menyaksikan penyu bertelur. Kami pun diajak menyusuri pulau di malam hari, jalan yang di tempuh cukup jauh. Selama hampir 1 jam mengelilingi pulau ternyata kami tidak beruntung menemukan satu pun penyu yang bertelur. Mungkin karena Pulau Derawan sudah ramai dan banyak aktivitas di daratnya sehingga penyu lebih memilih mencari pulau yang lebih tenang dan sepi. Aktivitas pencarian penyu pun berakhir dan semua peserta kembali ke kamar masing-masing kemudian istirahat dan packing karena besok paginya kami sudah harus kembali ke Tarakan.

Iklan

2 responses to “Amazing Trip To Derawan Part 3

  1. Sis boleh minta itinerarynya gak ya? Contact personya trs sama budgetnya hehe mau bgt kesana… trs kalo mau upgrade kamar buat nginep di dive resort itu bisa kan ya? Thanks ya sebelumnya

    • Hai..kalau mau ikutan tripnya bisa langsung ke Travelmate Indonesia (like fanspage di Facebook). Trip mereka dijual 2.1 jt exclude tiket, bisa kok kalau mau upgrade kamar. Buat itinnya bisa langsung tanya ke CP nya namanya Malik 0818387231. Takut beda yg sekarang hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s