Amazing Trip To Derawan Part 1

Akhirnya saya sampai juga ke Derawan. Alhamdulillah. Sejujurnya sudah impian saya dari dulu sejak tahun 2010 untuk bisa mengunjungi Kepulauan Derawan. Awal mula cerita kenapa saya ingin sekali pergi ke sini adalah gara-gara senior saya bernama Bang Fikram yang sedang ikut proyek di Kepulauan Derawan. Dia pun bercerita dan menunjukkan foto-foto bagus di Derawan dan tak lupa video tentang Pari Manta. Di video itu, dia diving bersama hampir puluhan Pari Manta. What an amazing moments! And i’m so envy, honestly. Sejak saat itu memutuskan, oke suatu hari nanti saya harus bisa ke Derawan. And finally, i’ve a chance to visit Derawan.

 Saya memutuskan untuk pergi ke Derawan pada tanggal 11-14 Januari, dimana tanggal 14 nya hari libur jadi ada hari kejepit ditengah-tengahnya. Sejujurnya agak ragu untuk pergi ke Derawan di bulan Januari karena pada saat itu sudah memasuki musim hujan. Yah tapi namanya juga udah nafsu mau diapain lagi. Permasalahan muncul 3 bulan sebelumnya, yaitu mencari partner untuk ngetrip ke sana. Seperti biasa untuk bisa mendapatkan teman nge-trip itu susah. Awalnya sudah mendapat 6 orang tapi berguguran hingga menyisakan satu orang. Thank you Trancy for accompany and being my travelmate. Oke masalah teman nge-trip kelar, satu lagi yang belum kelar, mencari travel atau open trip ke sana. Banding harga sana sini, banding fasilitas sana sini, akhirnya saya memutuskan memakai salah satu travel agent yang sudah sering ke sana.

Harga trip Derawan 4D3N yang ditawarkan adalah 1,6 juta tidak termasuk pesawat. Fasilitas yang diberikan antara lain homestay 3 malam, makan 10x, airtport transfer ke Pelabuhan Tarakan, kapal untuk keliling pulau, biaya tiket masuk wisata, alat snorkling lengkap dan dokumentasi baik darat dan laut. Yah dengan fasilitas ini saya hanya modal badan dan baju saja, tidak keluar biaya lagi kecuali airport tax dan ongkos dari rumah ke bandara. Saya dan Trancy meng-upgrade fasilitas kamar mengganti dengan kamar diatas laut, sehingga biaya menjadi 1,9 juta per orang.

Oke perjalanan dimulai di tanggal 11, menggunakan flight pertama jam 05.00 WIB. Yeah i hate first fligt actually but only this one offered the promo price. Saya menggunakan pesawat Lion Air dengan rute Jakarta-Tarakan, total perjalanan adalah 3 jam. Akses akomodasi untuk bisa sampai ke Derawan sangat mudah. Bisa menggunakan 2 jalur, dari Tarakan atau Berau. Untuk pesawat ke Tarakan saat ini sudah ada beberapa maskapai penerbangan yang rutin terbang ke sini selain Lion Air yaitu Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air. Begitu juga dengan pesawat ke arah Berau. Untuk harga tiket pesawat sendiri jauh lebih murah kalau kita terbang ke Tarakan dibanding ke Berau. Harga tiket saya pada saat itu adalah 1,4 juta (Promo). Tetapi jika menggunakan pesawat ke Tarakan, untuk mencapai Derawan membutuhkan waktu lagi 3 jam menyebrang menggunakan speedboat. Jika dari Berau, harus melalui jalan darat dulu hingga ke Pelabuhan Tanjung Batu dan dari pelabuhan ini hanya menyebrang selama 30 menit. Silahkan dipilih mau terbang dari arah mana.

Sesampainya di Bandara Juwata, kami masih harus menunggu Tour Leader dari travel agent untuk menjemput. Saya pun berkenalan dengan peserta lain yang ikut gabung dalam trip ini. Tak disangka sudah main jauh-jauh ketemunya anak IPB lagi. Dulu beda jurusan sih tapi sering liat. Total peserta saat itu 16 orang ada bule 4 orang juga. Tour leader pun datang, namanya Ringga dan kami dibawa langsung ke Pelabuhan Tarakan untuk makan siang. Jarak dari Pelabuhan dan bandara sangat dekat, hanya 10 -15 menit naik mobil dan tentunya bebas macet di sana. Sambil melihat-lihat lingkungan sekitar ternyata Tarakan kotanya kecil, untuk mencari supermarket saja sangat jarang tapi untungnya masih ada KFC minimal. Sampai di Pelabuhan ternyata masih menunggu satu peserta yang datengnya telat. Okelah 2 jam lebih menunggu sambil makan siang, ngobrol sampai ketiduran. Dan akhirnya peserta terakhir pun datang lalu langsung rombongan bersiap menuju speedboat. Dari pintu pelabuhan untuk mencapai tempat kapal kalau jalan kaki lumayan jauh sekitar  500 meter lebih sehingga di sediakan shuttle bis gratis untuk naik turun hingga depan kapal. Kondisi Pelabuhan Tarakan sangat ramai, banyak speedboat hingga kapal ferry bersandar. Ternyata banyak beberapa daerah yang harus dicapai juga dengan pakai kapal.

Awal melihat speedboatnya agak kaget, oh gak terlalu besar yah. Saya agak sedikit ngeri sebenarnya, membayangkan 3 jam di hempas-hempas di tengah lautan melawan ombak dan gelombang pakai speedboat sekecil ini. Muat sih sebenarnya dengan kapasitas orang tapi duduknya benar-benar saru posisi tidak bisa ngulet-ngulet. Saya terlalu membayangkan dengan kapal speedboat dolpins yang ada di Pulau Pramuka. Okelah bismillah saja. Awal mula perjalanan masih enak, tapi sampai di tengah-tengah gelombang sudah semakin tinggi dan kapten kapal makin beringas nerjang ombaknya. Berdoa terus dalam hati. Wajar saja kami berangkat sekitar pukul 13.00, pasti sampai di Derawan sudah sampai sore, dimana itu angin dan arus pasang surut akan berubah. Ternyata perjalanan menempuh hampir 3 jam lebih. Kami pun tiba di Derawan sekitan pukul 16.45.

Speedboat alat transportasi di Derawan

Speedboat alat transportasi di Derawan

Yeah finally menginjakan kaki di Derawan, langsung tanpa basa basi menuju kamar dan beberes barang. Nama tempat menginap kami adalah di Derawan Fisheries. Kamar yang saya pesan punya fasilitas AC, kasur king sixe, WC dalam, balkon, dan airnya pun tawar.

Kamar di Derawan Fisheries.

Kamar di Derawan Fisheries.

Pemandangan di depan penginapan

Pemandangan di depan penginapan

Yang bikin senengnya lagi adalah di depan kamar langsung laut dan tempat itu adalah spot penyu. Saat sedang duduk-duduk sore sambil menikmati angin di dermaga depan kamar, langsung didatangi tamu yaitu 2 ekor penyu yang lagi asik makan lamun. Langsung lah histeris dan bolak balik ambilin foto. Sayang skill foto saya kurang jago ditambah pula si penyunya malu-malu jarang nongol ke permukaan, yaudah akhirnya nikmatin saja sore itu.

IMG_4007

Iklan

12 responses to “Amazing Trip To Derawan Part 1

  1. Derawan? Waktu itu juga pengen sih ke sana, tapi akhirnya malah milih ke Taman Nasional Tanjung Puting. Padahal budgetnya ga beda jauh dibanding ke Derawan..
    Nantilah kalau ada waktu lagi, mau ke Derawan juga..

    • Iya kalau dari budget emang gak beda jauh. Waktu itu tertarik juga ke Tanjung Puting buat liat orang hutan, tapi lebih ke Derawan hehehe…Sama saya juga mau ke Derawan lagi nanti di Agustus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s